Terkuak Angeline Sekarat di Lantai Kamar Margriet

Agus mendengar teriakan Angeline dari kamar Margriet. "Agus mendengar teriakan Angeline. Mama lepaskan aku,"

0
720
Terkuak Angeline Sekarat di Lantai Kamar Margriet

Terkuak Angeline Sekarat di Lantai Kamar Margriet. Pengakuan Agustinus mengenai saat-saat dramatis sebelum Angeline meregang nyawa itu.

Angeline Menjerit Sebelum Dibunuh: Lepaskan Aku Mama!

“Waktu kejadian, M (Margriet memanggil AG (Agus) untuk datang ke kamarnya dan mengatakan telah membunuh Angeline,” ujar Haposan Sihombing, pengacara Agustinus.

Obat Pembesar Penis
obat pembesar penis

Agustinus bercerita bahwa pembunuhan Angeline terjadi pada 16 Mei 2015, atau tanggal ketika keluarga angkatnya itu melaporkan kehilangan Angeline. Sekitar pukul 09.30 Wita, Agus mendengar teriakan Angeline dari kamar Margriet.

“Agus mendengar teriakan Angeline. Mama lepaskan aku,” kata Haposan.

Terkuak Angeline Sekarat di Lantai Kamar Margriet

Dalam keterangan tambahan yang disampaikan oleh Tersangka Agustinus Tae kepada penyidik  Kepolisian Resor Kota Denpasar, Rabu 17 Juni 2015.  Tim penyidik pun membuat  Berita Acara Pemeriksaan dengan memasukkan keterangan baru itu.

Menurut Haposan, dalam BAP tambahan itu, kliennya mengatakan hanya membantu untuk mengubur jasad Angeline ke lubang di belakang rumah. Dia sendiri tidak melihat eksekusi pembunuhan yang dilakukan oleh Margriet.

“Karena saat telah tiba di kamar Margriet, Angeline sudah dalam kondisi sekarat dan terlentang di lantai, ” kata pengacara Agus, Haposan Sihombing kepada Tempo sesaat setelah mendampingi Agus sebagai saksi dalam kasus penelantaran anak oleh Tersangka Margriet, Kamis 18 Juni 2015.

Pemeriksaan tambahan itu dijalani Agus pada Rabu, 17 Juni, pukul 17.30 hingga 02.00 WITA itu dia dicecar banyak pertanyaan. Agus juga didampingi rohaniawan yang disiapkan oleh tim penyidik. “Saya juga sampaikan agar jangan ditutup-tutupi,” kat Haposan.

Angeline Menjerit Sebelum Dibunuh: Lepaskan Aku Mama!
Kedua anak kandung Margriet, Yvonne Caroline Megawe (kiri) dan Christina Telly Megawe (kanan) usai menemui ibunya yang sedang diperiksa di Markas Polda Bali, Denpasar, Bali, 17 Juni 2015. Yvonne dan Christina akan diperiksa pada esok hari sebagai saksi atas dugaan kasus penelataran anak, yaitu Angeline, oleh ibu kandungnya, Margriet. TEMPO/Johannes P. Christo

Sementara, pengacara Margriet Christina Megawe, Hotma Sitompul, mengatakan pihaknya sedang menyiapkan segala cara untuk menyelamatkan kliennya dari jeratan hukum. Ini terjadi setelah Agustinus Tae, tersangka pembunuh Angeline, mengungkapkan bahwa yang membunuh Angeline adalah Margriet.

“Pertama bilang dia yang bunuh, lusa bilang orang lain yang bunuh, ini yang benar yang mana?” kata dia kepada wartawan saat mendampingi pemeriksaan kedua anak Margriet, Yvone dan Christina, dalam kasus penelantaran anak yang menjerat Margriet, di Polda Bali, Kamis 18 Juni 2015.

Hotma juga berencana membawa kasus Margriet  yang dituduh menelantarkan anak ke praperadila. “Akan saya tanyakan, apakah kasus penelantaran anak sudah ada bukti dan saksinya?” ucapnya. Karena, menurutnya, saksi-saksi yang didatangkan oleh pihak kepolisian dalam kasus penelantaran anak baru dilakukan setelah Margriet ditetapkan sebagai tersangka.

Angeline Dijambak Rambutnya dan Dipukul Pakai Bambu

Francky A Maringka, 46 tahun, dan Yuliet Christien, 41 tahun, geram melihat pemberitaan di sejumlah media massa yang tak kunjung menyeret Margriet Christina Megawe sebagai tersangka atas kasus pembunuhan Angeline.

“Saya lihat di depan mata saya sendiri, Angeline dijambak rambutnya dan diseret,” kata Yuliet kepada wartawan saat memberi kesaksian di Polda Bali, Kamis 18 Juni 2015.

Pasangan suami-istri yang mengontrak di rumah Margriet sejak 16 Desember 2014 hingga 9 Maret 2015 itu sering melihat Margriet melakukan penganiayaan terhadap Angeline. Karena itu, dia meminta agar pihak kepolisian tidak hanya menjerat Margriet atas kasus penelantaran anak, tapi juga kasus penganiayaan yang menyebabkan kematian.

Pernah suatu kali, saat ayam Margriet hilang, Angeline disuruh mencari sampai ketemu. Saat ayamnya tidak ketemu, dia dipukuli menggunakan galah dari bambu berukuran selebar tiga jari. Angeline dipukul, mulai dari kaki sampai bagian kepala, hingga galah bambunya pecah.

“Pernah saya memperingatkan Margriet. Tapi dia menjawab, ‘Saya yang kasih makan, kasih hidup, dia harus kerja, kerja, kerja’,” kata Francky menirukan Margriet.

Melihat perlakuan Margriet terhadap Angeline seperti itu, Francky berniat melaporkannya ke polisi. Tapi dia takut bakal kehilangan mata pencahariannya. Karena dia selama lima bulan tinggal di situ bekerja untuk merawat ternak milik Margriet. “Waktu itu serba salah. Istri saya juga masih ada hubungan keluarga dengan Margriet,” katanya.

Adapun pengacara Margriet Christina Megawe, Hotma Sitompul, mengataka pihaknya sedang menyiapkan segala cara untuk menyelamatkan kliennya dari jeratan hukum. Ini terjadi setelah Agustinus Tae, tersangka pembunuh Angeline, mengungkapkan bahwa yang membunuh Angeline adalah Margriet.

“Pertama bilang dia yang bunuh, lusa bilang orang lain yang bunuh, ini yang benar yang mana?” kata dia kepada wartawan saat mendampingi pemeriksaan kedua anak Margriet, Yvone dan Christina, dalam kasus penelantaran anak yang menjerat Margriet, di Polda Bali, Kamis 18 Juni 2015.

Hotma juga berencana membawa kasus Margriet  yang dituduh menelantarkan anak ke praperadila. “Akan saya tanyakan, apakah kasus penelantaran anak sudah ada bukti dan saksinya?” ucapnya.

Karena, menurutnya, saksi-saksi yang didatangkan oleh pihak kepolisian dalam kasus penelantaran anak baru dilakukan setelah Margriet ditetapkan sebagai tersangka.

Agen Bola Terpercaya
Obat Pembesar Penis Vimax Asli di Bandung

LEAVE A REPLY