Pelecehan Seksual Polantas Polres Batu Saat Tilang Cewek Cantik

Siswi SMK mendapat pelecehan di pos polisi, bahkan SRP sempat 'dipegangi' dadanya dan diciumi pipinya di dalam ruangan gelap yang ada di pos tersebut.

0
27839
Siswi SMK 'Dipegang' Dadanya dan Diciumi di Pos Polisi Saat Kena Tilang

Tak Memiliki SIM, Siswi SMK Ini Malah Dilecehkan Polantas di Pos Polisi.

DSS yang masih berusia 16 tahun siswi salah satu SMK Swasta Kota Malang, ketakutan setelah motor yang ia tumpangi diberhentikan dan kena tilang polisi.

Bukan karena kena tilang yang membuatnya ketakutan, melainkan dugaan pelecehan yang dilakukan Polantas terhadap dirinya saat proses penilangan.

Obat Pembesar Penis
obat pembesar penis

“Kami sempat diajak, masak disayang polisi nggak mau. Pak Polisi bilang begitu, tapi nggak sempat pegang-pegang, hanya kata-kata saja,” kata DSS saat di Pos Lantas Alun-alun Kota Batu, Kamis (9/6/2016) seperti dilansir dari Tribunnews.com.

Dugaan pelecehan yang dilakukan oknum Polantas Polres Batu kepada DSS bermula saat teman yang membonceng DSS, GF (22), warga Kecamatan Sukun, Kota Malang terjaring rajia pada operasi Polisi di Jalan Semeru Kota Batu.

Siswi SMK Dilecehkan Polantas di Pos Polisi

Dan saat itu, dirinya dihentikan karena tidak memiliki SIM dan tidak membawa STNK dan sepeda motor di tahan.

Dirinya bersama DSS diarahkan datang ke Pos Lantas di alun-alun kota Batu dimana sepeda motornya diamankan disitu untuk mendapat kartu tilang. Selanjutnya ia masuk ke dalam ruang Pos lantas bersama DSS.

Di situ oknum Polantas mempersilahkan titip sidang pelanggaran SIM dan STNK Rp 250.000 untuk dua pasal pelanggaran atau menjalani sidang dengan denda sampai Rp 500.000. bahkan Polantas itu juga menawarkan bisa membantu dengan membebaskan denda dan sepeda motor bisa dikembalikan asalkan DSS ditinggal.

Dan GF tak terima dengan tawaran oknum polantas mesum tersebut, ia pun berusaha menelepon teman-temannya di Malang mencari bantuan dan meninggalkan DSS didalam ruang bersama oknum Polisi tersebut.

GF pun sempat ditawari uang Rp 50.000 untuk naik angkot mencari bantuan ke temannya di Kota Malang,asalkan ia turun sendirian ke Kota Malang mengambil STNK dan meninggalkan DSS di Pos.

Akhirnya Gf pun mendapat pinjaman dari orang sekitar untuk naik angkot ke Kota Malang dan langsung ke tempat pak Tedjo Bawana, kordinator Jaringan Kemanusiaan Jawa Timur (JKJT).

“Melihat kondisi psikologis DSS yang menangis karena masih anak-anak itu kami yakin hal itu pasti dialaminya, makanya kami tindak lanjuti dengan mengklarifikasi ke oknum Polantas di pos Alun-alun kota Batu ini,” tutur Tedjo.

Tedjo menambahkan DSS mengaku menerima perkataan pelecehan kekerasan verbal tersebut dari oknum Polantas dengan menangis.

Siswi SMK ‘Dipegang’ Dadanya dan Diciumi di Pos Polisi Saat Kena Tilang

Ternyata bukan hanya DSS(16) yang menjadi korban pelecehan yang dilakukan oleh Polantas Polres Kota Batu Jawa Timur.

Dan kini seorang lagi Siswi SMAN 1 Kota Batu kelas dua melapor ke Propam Polres Batu didampingi sejumlah aktifvs Yayasan Ujung Aspal Kota Batu, Jumat (10/6) pukul 14.00 WIB.

Karena mendapatkan pelecehan seksual oknum Polantas Polres Batu di pos alun-alun Kota Batu.

Siswi berinisial SRP (17), warga Desa Sebaluh, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, ternyata mendapat pelecehan yang sama di pos polisi tersebut.

Siswi SMK 'Dipegang' Dadanya dan Diciumi di Pos Polisi Saat Kena Tilang

Bahkan SRP sempat ‘dipegangi’ dadanya dan diciumi pipinya di dalam ruangan gelap yang ada di pos tersebut.

Menurut SRP, kejadian itu terjadi pada hari Rabu (1/6/2016) sekitar pukul 13.00 WIB sepulang sekolah. Ia berencana ikut merayakan Ulang Tahun teman di Batu Towen Square (BATOS) dan masih berseragam Sekolah. Ia di bonceng oleh temannya Jeremi (16) warga Kelurahan Ngaglik, Kecamatan Batu.

Namun, Ia dan Jeremy dihentikan Polantas karena tidak pakai helm di pos polisi perempatan jalan Dewi Sartika dan Jalan Patimura Kota Batu.

Saat itu, Jeremy diperiksa dokumen sepeda motor yang dikendarainya. Karena Jeremi mengaku STNKnya hilang, merekapun diminta datang ke pos Alun-alun Kota Batu untuk menyelesaikan administrasi pelaporan STNK.

Pada saat Jeremy mengurus administrasi kehilangan STNK di ruang depan pos Polantas Alun-alun, dua oknum Polantas memanggilnya dan memegangi lemtex logo nama RSP dan seolah sengaja pegangan tersebut diarahkan untuk menyentuh dadanya.

Sambil bercanda, dua oknum Polantas itupun memintanya masuk ke dalam ruang gelap yang ada di bagian belakang pos.

Dalam ruang gelap itulah, salah satu oknum Polantas menciumi pipinya dan satu oknum Polantas hanya melihat.

“Kami diperlakukan tidak senonoh seperti itu tidak berani teriak karena takut sekali, dan pak polisi satunya hanya lihat sambil bilang kalau dirinya iri juga lihat itu,” ujar RSP sebelum menjalani pemeriksaan di Propam Polres Batu, Jumat (10/6/2017).

Sekitar 15 menit ada di ruang gelap belakang Pos Polantas Alun-alun Batu, dirinya dirinya baru diperbolehkan keluar menemui kembali Jeremy yang sudah selesai mengurus administrasi STNK.

“Setelah itu saya cerita pada Jeremi dan kami pulang tanpa berani memberitahukan kejadian itu pada siapapun,” ucap SRP.

Dirinya, aku Jeremy, cukup terkejut dengan pengakuan SRP kalau sempat mendapat perlakuan tidak senonoh dari oknum Polantas ketika ditinggal mengurus administrasi STNK yang hilang di ruang pos depan Alun-alun Kota Batu dengan membayar Rp. 150 ribu.

Dan atas pengakuan itupun, dirinya tidak berani bercerita kepada siapapun, termasuk SRP yang diam atas apa yang dialaminya.

Setelah apa yang menimpa DSS tersiar di media sosial, barulah SRP berani menceritakan pelecehan yang dialaminya.

“Akhirnya pagi tadi saya cerita pada ayah saya kasus serupa yang menimpa teman sekolah saya SRP ketika di pos Alun-alun Kota Batu itu,” kata Jeremy.

Sementara Aktifis Yayasan Ujung Aspal Kota Batu, Soejarjono Fransk sangat aneh di pos Polantas ada ruang temaram cenderung gelap di belakang pos yang seolah sengaja disediakan untuk melakukan tindakan pelecehan pada kaum perempuan pelanggar lalu lintas.

“Ini harus bisa disikapi serius, dan kami telah melapor ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) atas kasus tersebut,” tutur Soeharjono

Agen Bola Terpercaya
Obat Pembesar Penis Vimax Asli di Bandung

LEAVE A REPLY